Kabupaten Keerom Siapkan 15.000 Hektare Cetak Sawah. Dirjen Lahan Dan Irigasi Pertanian : Lahan Sepenuhnya Milik Masyarakat

Amrizul
23 Apr 2026 11:16
2 menit membaca

Timur Update.Com // Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan.

Salah satu implementasnya dilakukan di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua dengan realisasi cetak sawah yang diproyeksikan mencapai 15.000 hektare.

Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Dr. Ir. Hermanto, M.P mengunjungi Kabupaten Keerom dalam rangka meninjau langsung lokasi cetak sawah di wilayah perbatasan Negara RI-PNG didampingi Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP dan jajaran.

Pada kesempatannya, Hermanto mengutarakan program nasional cetak sawah di Kabupaten Keerom akan memasuki tahap konstruksi fisik pada bulan depan.

“Pembukaan lahan sawah ini tidak hanya berfokus pada Land clearing saja, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung secara menyeluruh,” kata Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian.

Sebutnya, keberhasilan program ini akan bergantung pada tersedianya saluran irigasi yang memadai yang menjamin ketersedian air juga ketersedian mesin pertanian, bibit dan pupuk.

“Kami minta pemerintah daerah untuk mempersiapkan para petani memastikan lahan bisa ditanam berkelanjutan. Tentunya program ini akan memberikan kontribusi nyata bagi produksi pangan di Papua,” tuturnya.

Dirinya menegaskan bahwa seluruh lahan cetak sawah sepenuhnya milik masyarakat.

“Tidak ada pengambilan lahan, pemerintah hanya sebagai fasilitator. Persawahan yang di cetak tetap ditangan pemilik lahan untuk dikelola dan hasilnya untuk mereka sendiri,” sebutnya.

Senada itu, Bupati Gusbager mengatakan lokasi cetak sawah seluas 15.00 hektare berada di wilayah adat 5 distrik ( Arso Timur, Mannem, Arso Barat, Skanto dan Senggi).

“Saat ini proses Survey Investigation Design (SID) telah selesai termasuk kesepakatan lahan kepada pemilik hak ulayat.

Pemerintah daerah sedang memproses penyelesaian administratif terkait pemberian tali asih kepada adat/marga sebagai penghormatan terhadap tanah komunal,” imbuhnya.

Lebih lanjut kata Bupati 2 Periode Keerom, program cetak sawah rakyat ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat dan daerah.

“Selain menciptakan lapangan kerja, kita juga dapat memenuhi kebutuhan komsumsi pangan lokal Papua dan pasar internasional. Beras Keerom akan kita ekspor ke Papua Nugini yang hanya berjarak 5 kilometer dari sini,” pungkasnya. (Red)