Dorong Regenerasi Petani, Bupati Keerom Siapkan Petani Milenial Menuju Transformasi Pertanian Modern

Amrizul
21 Apr 2026 11:17
2 menit membaca

Timur Update .Com // Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP memulai langkah besar dalam mentransformasi sektor pertanian daerah dengan menggandeng Society College dan jaringan pengusaha asal Belanda.

Diketahui, kerja sama ini merupakan langkah kongkret Bupati 2 periode Kabupaten Keerom ini untuk mencetak generasi petani milenial yang memiliki kemampuan dalam menghasilkan komoditas standar ekspor.

Pada wartawan, Bupati Gusbager membeberkan bahwa Pemkab Keerom telah menyiapkan anggaran untuk petani milenial sebagai bentuk keseriusan pemerintah.

“Program ini ditujukan bagi startup petani muda yang fokus pada tiga komoditas unggulan Keerom, yaitu kopi, cokelat, dan vanili,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa program ini merupakan solusi atas masalah regenerasi petani di Keerom.
“Saat ini rata-rata jjumlah petani usia tua semakin berkurang, sementara ketersediaan lahan sangat luas dan melimpah,” terangnya.

​Untuk itu, sedari dini kita berupaya mendorong generasi muda Keerom agar mau bekerja di lahan pertanian dengan konteks pertanian modern dan kekinian.

“Pertanian harus menjadi sektor yang atraktif untuk bagi generasi muda Keerom untuk menghasilkan uang dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Gusbager menjelaskan bahwa  telah dibuka pendaftaran bagi kelompok petani milenial. Setiap kelompok nantinya terdiri dari 5 hingga 7 orang yang akan dibimbing secara intensif hingga membentuk startup pertanian.

“​Inisiatif ini diproyeksikan menjadi percontohan (pilot project) bagi kabupaten lain di Tanah Papua. ​Pemerintah akan memberikan modal usaha, pendampingan teknologi dari Belanda, dan jaminan pasar ekspor bagi para petani yang kita priyeksikan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama Fibiola Ohee dari Society College sekaligus Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), menuturkan bahwa kolaborasi ini melibatkan direktur perusahaan dan pengusaha dari Belanda.

“Tujuan utamanya bukan sekadar memberikan bantuan materi, melainkan membangun karakter entrepreneur bagi anak muda Papua agar lebih bertanggung jawab dan fokus dalam mengelola usaha,” ungkapnya.

​“Selama ini seringkali anggaran diberikan tetapi kurang fokus sehingga modal itu hilang. Melalui kerja sama ini, pihak Belanda akan memberikan pendampingan pengetahuan dan keterampilan agar hasil produksi meningkat dan terkontrol dengan baik,” jelasnya.

​DIa juga menegaskan untuk pasar produk dari Keerom nantinya sudah tersedia, di mana para mitra dari Belanda tersebut bertindak sebagai pembeli sekaligus mentor untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar pasar internasional.

​Sambungnya, komoditas vanili dan kopi Keerom yang masih sangat alami. Namun, untuk menembus pasar ekspor, diperlukan teknik budidaya yang lebih presisi.
Para ahli dari Belanda akan memberikan pelatihan mengenai teknik pembibitan, pemberian nutrisi, hingga pengaturan pencahayaan matahari agar kualitas komoditas di Keerom seragam dan bernilai jual tinggi,” pungkasnya. (Red).