
Timurupdate.Com // Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Keerom mengadakan sosialisasi tahapan terkait pelaksanaan inventarisasi Barang Milik Daerah (BMD) TA 2026, di Aula Kantor Bapelitbangda, Arso Kota, Selasa (12/05/26).
Acara ini dibuka oleh Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP yang diwakili oleh PLT Sekda Noak Wasanggai, S.Sos. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala BPKAD Frieda Najoan, SH, para kepala OPD, dan peserta sosialisasi.
Dalam laporannya, Kabid Aset BPKAD Ruben Abraham May menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan aset yang transparan, akuntabel dan kesamaan persepsi terkait pengelolaan BMD.

“Kegiatan ini berpedoman pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengelolaan BMD dan Permendagri Nomor 47 Tahun 2021 mengenai Tata Cara Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan BMD,” terangnya.
Selain itu, sebagai Langkah strategis untuk mengamankan aset daerah secara fisik, hukum dan administrasi dengan mengedepankan kesesuaian data, legalitas dan optimalisasi.
“Kegiatan ini juga merujuk pada Instruksi Bupati dan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI, serta persiapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD),” sebutnya.

Sementara itu, PLT Sekda Noak Wasanggai berharap melalui inventarisasi aset Pemerintah Daerah akan memperoleh data valid, akurat dan mutakhir.
“Data tersebut akan menjadi dasar penting dalam perencanaan kebutuhan barang, pemanfaatan aset, pengamanan aset daerah hingga penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah yang berkualitas,” ujarnya.

Untuk diketahui bahwa per 31 Desember 2025 Jumlah aset tetap Pemda yang tecatat pada Neraca Tahun 2025 sebesar Rp 3.786.594.701.979,19 (Tiga Triliun Tujuh Ratus Delapan Puluh enam Miliar Lima Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Satu Ribu Sembilan Ratus Tujuh Puluh Sembilan Koma Sembilan Belas Rupiah), yang tersebar di 39 OPD.
“Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, meningkatkan pemahaman teknis serta memperkuat komitmen seluruh pengelola barang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom,” pungkasnya.(@mr)