Pemkab Keerom dan Fakultas Teknik Undip Dorong Penataan Kawasan Berkelanjutan Berbasis Riset

Amrizul
19 Agu 2026 09:17
3 menit membaca

Timurupdate.Com-KEEROM Pemkab Keerom bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kajian dan pelatihan penataan kawasan berkelanjutan.

Kegiatan yang digelar Rabu (19/8/26) di Hotel Grande Arso II, Yuwanain ini dihadiri Plt. Sekda Keerom Linus Pasarrang, anggota DPRK Keerom, para kepala OPD, dan akademisi Undip.

Kegiatan ini jadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan Keerom lewat pendekatan berbasis riset, mulai dari perencanaan wilayah, lingkungan, perumahan, sampai pengembangan ekonomi lokal.

Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP mengatakan bahwa arah pembangunan di Provinsi Papua saat ini mulai mengarah ke Kabupaten Keerom, sehingga pemerintah daerah akan mempersiapkan kebijakan yang bisa menjawab tantangan ke depan.

Pembangunan di Provinsi Papua sudah mengarah ke Kabupaten Keerom, yang perlu saya sampaikan bahwa potensi konflik kepentingan akan meningkat. Karena itu, Pemda Keerom harus memastikan arah pembangunan yang ramah lingkungan, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar orang no 1 Keerom tersebut.

Menurutnya, pembangunan berbasis riset sangat penting agar setiap kebijakan punya dasar data dan kajian yang kuat.

Pemkab Keerom juga mendorong keterlibatan para ahli dari berbagai bidang, seperti lingkungan, teknik, ekonomi, manajemen, kewilayahan, dan perencanaan.

“Kita ingin menyiapkan dokumen-dokumen strategis untuk pengambilan kebijakan di Kabupaten Keerom, karenanya dinas-dinas terkait bisa mendukung penuh dengan menyediakan data dan membuka akses informasi ke Tim Undip, supaya dokumen yang disusun benar-benar bisa dipakai untuk pengambilan keputusan dan menghasilkan data yang akurat,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi data dengan masyarakat, pelaku usaha, serta instansi vertikal terkait.

Selain kajian penataan kawasan, kegiatan ini juga membahas penguatan ekonomi lokal lewat pelatihan business plan dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Bupati Gusbager menyampaikan bahwa ketergantungan fiskal daerah pada transfer pemerintah pusat jadi tantangan yang perlu diimbangi dengan penguatan sektor riil dan UMKM.

Pemkab Keerom tahun ini sudah mengalokasikan Rp2 miliar untuk pengembangan UMKM lokal, dengan Rp1 miliar sudah disalurkan dan Rp1 miliar lainnya untuk mendukung pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan, penjual pinang, dan pedagang sayur.

“Tapi bantuan ini juga perlu diiringi peningkatan kapasitas supaya UMKM bisa naik kelas dan makin mandiri,” sebutnya.

Sementara itu, Prof. Dr, Sunarti, ST.,MT dari Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Undip menjelaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan ekonomi lokal yang berkaitan dengan kebutuhan dasar, termasuk penyediaan rumah layak huni.

“Kajian mencakup pengembangan perumahan dan kawasan permukiman, sanitasi, drainase, penanganan kawasan kumuh, serta kesesuaian pembangunan dengan tata ruang dan kondisi kebencanaan,” sebutnya.

Ia menekankan bahwa pengembangan permukiman di Keerom perlu mempertimbangkan karakter masyarakat, kondisi fisik wilayah, aspek geologi, serta risiko bencana supaya pembangunan tidak menimbulkan masalah baru.

Kajian ini diharapkan jadi dasar dalam penataan kawasan, termasuk wilayah transmigrasi, agar pembangunan perumahan dan permukiman bisa lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (@mr)