
Timurupdate.Com-KEEROM — Jembatan Garuda Merah Putih yang berada di Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua, secara resmi diresmikan penggunaanya pada Kamis, (13/8/26).
Peresmian jembatan tersebut dilakukan oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjend TNI. Febriel Buyung Sikumbang bersama Bupati Keerom Piter Gusbager dan dihadiri berbagai unsur serta kalangan masyarakat.
Diketahui, peluncuran program strategis nasional ini diselenggarakan guna membuka keterisolasian wilayah pedesaan sekaligus menjamin pemenuhan air bersih bagi masyarakat di berbagai pelosok Nusantara.
Peluncuran serentak 2.500 titik jembatan dan 3.000 titik sarana air bersih dilakukan secara virtual di seluruh Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Kehadiran infrastruktur ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan dan peningkatan konektivitas masyarakat di wilayah tapal batas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Papua Nugini (PNG).
Bupati Keerom Piter Gusbager menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI, serta Pangdam XVII/Cenderawasih atas perhatian dan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Keerom.

“Kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih ini merupakan bukti nyata pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati Piter Gusbager.
Ia menambahkan, keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih sangat strategis dalam menunjang aktivitas masyarakat sekitar.
“Jembatan ini wujud nyata kerja TNI yang adalah tentara rakyat, tidak hanya melaksnakan fungsi pertahanan, tetapi juga melksanakan tugas-tugas sosial,” kata Piter.
Peresmian Jembatan Garuda Merah Putih menjadi momentum penting bagi Kabupaten Keerom dalam memperkuat pembangunan kawasan perbatasan.
‘‘Tahun ini kami sudah menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 1 kilometer 400 meter dari Wonorejo menuju Wembi dan sejumlah infrastruktur jalan lainnya di Kabupaten Keerom,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri dan pemangku kepentingan terus ditingkatkan guna menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Dengan semakin baiknya konektivitas antarwilayah, masyarakat bisa memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pelayanan publik, kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta berbagai aktivitas lainnya, sekaligus memperkuat peran Keerom sebagai salah satu wilayah strategis di perbatasan RI-PNG. (@mr)