Taman Dongeng Perbatasan, Mengenalkan Nilai-Nilai Budaya Pada Anak Sejak Dini

Amrizul
28 Apr 2026 11:40
2 menit membaca

Timur Update.com // Bertempat di Halaman Kantor Kampung Yanamaa Pir I, Distrik Arso, diselenggarakan pembukaan kegiatan Taman Dongeng Perbatasan, Warisan Cerita dan Budaya Anak Negeri Keerom.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari (28-30 April 2026) diikuti sebanyak 40 anak dari 3 sekolah Paud dan TK di Distrik Arso dibuka oleh Bunda Paud Kabupaten Keerom yang dihadiri para guru sekolah TK/Paud Dinas Pendidikan Keerom, tokoh agama, tokoh perempuan, dan undangan lainnya.

Taman Dongeng Perbatasan diprakarsai oleh Vivi Rahmawati, S.Pd bertujuan untuk mengenalkan cerita rakyat dan nilai-nilai budaya pada anak-anak sejak dini.

“Pada kegiatan ini saya berupaya menghadirkan ruang publik dan budaya yang inklusif, edukatif dan ramah anak dan juga mendorong partisipasi masyarakat khususnya orang tua dalam memperkenalkan dan melestaikan budaya lokal,” katanya pada wartawan.

Dijelaskan, kegiatan ini juga dalam upaya mendukung program strategis nasional melalui DANA INDONESIANA yang telah memberikan dukungan pendanaaan.

“Sebagai seorang pendidik, saya berharap  dapat mmembuka ruang bagi masyarakat untuk secara aktif telibat dalam  kemajuan kebudayaan di wilayah perbatasan Kabuopaten Keerom,” ujarnya.

Menurutnya, Dana Indonesiana bukan hanya memberikan bantuan saja, tetapi juga membuka harapan bagaimana kebudayaan lokal bisa terus hidup.

“Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak bisa mengenali jati dirinya. Kita berupaya membuka ruang dan cerita agar budaya kembali hidup, karena dari cerita mereka belajar mengenal asal-usulnya.

“Mari kita jaga cerita, Mari kita jaga budaya, Untuk anak-anak kita, Untuk masa depan kita,” pungkasnya.

Selain menghadirkan pertunjukan dongeng, acara yang berlangsung 3 hari ini akan memberikan materi dongeng dari komunitas Kampung Dongeng Jayapura di hari pertama.

Kemudian hari kedua anak-anak diajari tentang meronce manik manik khas papua dan juga diberikan peralatan melukis dan mewarnai.

Dan hari ketiga hasil dari meronce dan lukisan anak-anak akan di tampilkan pada fashion show busana adat daerah dari beberapa provinsi, Jawa, Sunda, Bali, Aceh, Sumatra dan Papua. (@mr)