
Timurupdate.Com // Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) menggelar Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan TA 2026, Selasa (7/7/26).
Bertempat di Aula Bapelitbanga, Arso Kota, kegiatan dibuka secara langsung oleh Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP. Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Drs. Daud, M.Si, PLT. Sekda Linus Pasarrang, SH, Asisten Setda, Kepala OPD dan Kadistrik lingkup Pemerintah Kabupaten Keerom.
Bupati Keerom Piter Gusbager dalam sambutannya mengatakan kegiatan monitoring merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam perencanaan pembangunan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 8 Tahun 2008.

“Melalui forum ini akan terlihat sejauh mana progres dari pencapaian program, kegiatan dan penyerapan anggaran serat realisasi fisik yang telah direncanakan dan memastikan bahwa APBD yang dikelola bener-benar memberikan dampak nyata serta dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucap Bupati Gusbager.
Dikesempatan tersebut, Orang nomor 1 Kabupaten Keerom itu menekankan lima point penting kepada seluruh kepala OPD dan jajaran diantaranya :
1. Evaluasi Realistis:
“Jika ada program yang mengalami kendala atau deviasi, segera identifikasi akar masalahnya, jangan ditutup-tutupi, melainkan cari solusi terbaik bersama.
Evaluasi Anggaran Triwulan II secara Ketat.
“Saya minta kepada seluruh Kepala OPD untuk memaparkan capaian realisasi fisik dan keuangan secara jujur. Segera lakukan akselerasi jika ada program yang serapannya masih di bawah target.

2. Percepatan Penyerapan Anggaran:
Laporan yang diterima sampai dengan bulan Juni 2026, Total dana diseluruh OPD senilai Rp 1.181.315.157.910 dengan daya serap anggaran pada realisasi keuangan 14,41% dan realisasi fisk 16,93% dengan kategori masih rendah.
“Hal ini menjadi perhatian bersama, maka kita harus bekerja efektif guna memastikan setiap program kerja berjalan sesuai dengan timeline yang telah ditentukan. Jangan menumpuk pekerjaan di akhir tahun anggaran,” terangnya.
Sebutnya, Percepatan Penurunan Stunting atau Program stunting merupakan program prioritas nasional yang mutlak harus sukses. Pastikan anggarannya tepat sasaran dan langsung menyentuh keluarga berisiko serta sinergikan gerakan ini hingga ke tingkat kampung,” tegasnya.

3. Akselerasi Infrastruktur Daerah:
Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, sarana pendidikan, dan fasilitas kesehatan adalah urat nadi perekonomian di Keerom.
Di triwulan kedua ini, seluruh pekerjaan fisik harus dipastikan berjalan sesuai timeline. Hambatan administratif atau kendala lapangan harus segera dicarikan solusi kongkrit agar kemanfaatannya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
4. Koordinasi dan Sinergi
Hilangkan ego sektoral antar-OPD, kita butuh kerja kolaboratif, kerja cepat, dan kerja transparan.
“Setiap perangkat daerah harus saling mendukung, bersinergi dan berkoordinasi dengan baik agar akselerasi pembangunan dapat berjalan optimal,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati Gusbager menyampaikan bahwa serapan anggaran yang tinggi tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan kualitas output yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Bahwa jabatan adalah amanah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tunjukkanlah dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab kita dalam menyelesaikan setiap tugas sesuai target kinerja yang telah diberikan,” pesannya.
Akhir sambutannya, Bupati berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, efektif, dan menghasilkan langkah-langkah strategis yang akan memperbaiki kinerja kita ke depan untuk masyarakat di Kabupaten Keerom. (@mr)