
Timurupdate.Com // Dalam 2 periode kepemimpinan Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP dan jajaran secara aktif menyalurkan bantuan ke lembaga-lembaga keagamaan guna mendukung program pembinaan umat, perbaikan sarana ibadah dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu terlihat, pada Kamis (2/7/26) saat orang no 1 Kabupaten Keerom itu kembali menyalurkan bantuan hibah daerah kepada sejumlah gereja dan lembaga keagamaan.
Kali ini, Bupati Keerom menggelontorkan total Rp. 1,7 milyar lebih bersumber dari DPA BPKAD dan Bakesbangpol Kabupaten Keerom Tahun 2026.

Bantuan hibah daerah ini disalurkan kepada GKI Efata Yanamaa, YPPK, YPK, Dekenat Keerom Keuskupan Jayapura, Gereja Katolik Santo Mikhael Waris, Kapela Santo Markus Konggrobu Yaffi, GKI Kanaan Pir 2, GKI Eben Haezer Senggi dan lainnya.
Turut hadir PLT. Sekda Keerom Linus Pasarrang, Kepala Keuangan Frieda Ch. Y.F Najoan, Kepala Badan Kesbangpol Dian N. Wellip, Kadistrik, Kepala Kampung, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat dan lainnya.
“Walau dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, pemerintah terus berkomitmen untuk membantu dan melayani masyarakat termasuk dalam menyelesaikan sejumlah hutang daerah yang ada,” kata Bupati Gusbager dalam arahannya.
Sebutnya, bantuan yang diserahkan hari ini merupakan jawaban sejumlah proposal yang telah diterima pemerintah Kabupaten Keerom sejak 2 tahun terakhir.

Iapun berharap, gereja menjadi garda terdepan dari pelayanan umat dan berkolaborasi bersama dalam memerangi peredaran miras dan narkotika di wilayah masing-masing.
“Miras dan Ganja sudah banyak membunuh dan merusak masa depan anak-anak Papua. Maka diharapkan peran serta lembaga lintas agama dan seluruh pihak dalam permasalahan akut ini,” serunya.
Lanjut Bupati Gusbager menginstruksikan untuk menjaga kelestarian lingkungan guna mewujudkan Kabupaten Keerom yang bersih dan asri.
“Gereja juga harus berbicara tentang masalah kerusakan lingkungan baik perambahan hutan, penambangan ilegal, perburuan, perdagangan satwa liar dan sampah lingkungan,” ujarnya.

Terkait pendidikan, orang no 1 Kabupaten Keerom itu menegaskan kepada sejumlah yayasan milik lembaga keagamaan untuk mengevaluasi kualitas pelayanannya.
“Diharapkan lembaga pendidikan untuk mengevaluasi menyeluruh standar mutu sekolah yang ada di Keerom, baik ketersedian dan kapasitas guru serta sarana fasilitas pendukung lainnya. Mari kita bekerja cepat dan tuntas untuk Keerom yang lebih baik,” pungkasnya. (@mr)