
TimurUpdate.Com// Menyikapi kerusakan alam akibat aktifitas pertambangan yang semakin masif, Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP menghimbau semua pihak untuk bekerjasama menjaga kelestarian alam.
Hal tersebut disampaikan orang nomor 1 Kabupaten Keerom tersebut, pada Selasa (7/10/25) sore, di sela-sela kegiatannya, di Arso.
“Dikesempatan yang baik ini dengan semangat pembangunan dan visi besar Kabupaten Keerom saya meminta semua pihak baik itu kegiatan pertambangan legal dan ilegal untuk memilki moral dan etika yang baik dalam penggelolaan lingkungan hidup di sekitar,” tegasnya.
Dari hasil kunjungan kerjanya di wilayah Waris, Senggi, Towe, Yaffi dan sekitarnya, dirinya melihat langsung bahwa beberapa sungai-sungai telah tercemar, berubah warna, rusak, abrasi dan mengalami pendangkalan akibat pembukaan hutan dan aktifitas tambang yang tidak terkendali.
“Untuk itu kepada penegak hukum dan seluruh aparat negara yang ada di wilayah ini mari sama-sama bertanggung jawab dengan kami pemerintah dan masyarakat Kabupaten Keerom dalam mengawal dan menjaga kelestarian alam,” sebutnya.
Diketahui bersama bahwa sungai-sungai di Kabupaten Keerom merupakan kawasan DAS (Daerah Aliran Sungai) dan cekungan air tanah nasional lintas negara.
“Dimana kalau ada limpahan air di Papua Nugini dapat berakibat fatal disini begitu sebaliknya akan berdampak juga di Keerom, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.
Maka konsep pembangunan di wilayah ini harus dipertimbangkan dengan baik. Kita ingin membangun Keerom yang panjang dan bisa menopang keberlangsungan hidup anak cucu di masa depan. “Jangan korbankan alam demi keuntungan jangka pendek dari industri hutan dan pertambangan,” pungkasnya. (@mr)