
Timurupdate.Com-KEEROM, // Tim 16 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Keerom, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Keerom, Arso Kota, tersebut menjadi forum strategis untuk membahas arah program kerja Tim Ekspedisi Patriot, khususnya dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi Senggi.
FGD diikuti oleh para Kepala OPD Pemkab Keerom diantaranya Dinas Perindustrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bappeda, Bapenda, Kantor Pertanahan dan lainnya sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman dan koordinasi lintas sektor terhadap berbagai persoalan serta peluang pengembangan kawasan.
Dalam forum tersebut, Ketua Tim 16 TEP DR. Sarriffudin menyampaikan sejumlah gagasan yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan pendekatan pengelolaan kawasan yang lebih terintegrasi, berbasis data, serta mempertimbangkan kondisi riil masyarakat dan potensi wilayah.
Salah satu gagasan utama yang disampaikan adalah konsep manajemen lahan integratif, yakni pendekatan yang tidak melihat persoalan lahan secara parsial, tetapi menghubungkan berbagai aspek yang saling berkaitan.

Narasumber dari Tim Ekspedisi Undip menjelaskan bahwa pendekatan tersebut perlu dimulai dari ketersediaan data dan kondisi pertanahan, kemudian dilanjutkan dengan pemetaan legalitas serta status lahan di kawasan transmigrasi Woslay Distrik Senggi.
“Konsep manajemen lahan integratif yang kami gagas adalah bagaimana seluruh informasi mengenai lahan dapat disatukan dalam satu kerangka pengelolaan. Mulai dari data dan kondisi pertanahan, legalitas dan status lahan kawasan transmigrasi Woslay, pola pemanfaatannya, sampai pada potensi pengembangan kawasan dan investasi.
Dengan pendekatan ini, pemerintah daerah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan arah kebijakan dan program pembangunan,” ujar Sarrifuddin
Menurutnya pengelolaan kawasan transmigrasi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, pemangku kepentingan, serta pihak-pihak yang memiliki kapasitas dalam pengembangan investasi dan ekonomi kawasan.

Karena itu, FGD bersama jajaran OPD dinilai penting untuk menghimpun perspektif dari berbagai sektor sekaligus mengidentifikasi kebutuhan, tantangan, dan peluang yang dapat ditindaklanjuti melalui program kerja Ekspedisi Patriot.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Undip berharap gagasan yang disampaikan dapat menjadi bagian dari proses penguatan tata kelola kawasan transmigrasi di Kabupaten Keerom.
Hasil diskusi selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan untuk menyusun rekomendasi dan langkah pengembangan yang lebih terarah, sehingga kawasan Woslay tidak hanya memiliki kepastian dalam aspek pertanahan, tetapi juga mampu dikembangkan secara produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta daerah. (@mr)