Kabupaten Keerom Targetkan 532 Hektare PSR Tahun 2026

Amrizul
5 Mei 2026 13:34
2 menit membaca

Timur Update.Com // Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Pertanian menggelar sosialisasi Peremajaan Sawait Rakyat (PSR) tahun 2026, Selasa (5/5/26) yang berlangsung di Aula Bappelitbangda, Arso Kota.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh PLT Sekda Keerom Noak Wasanggai. Turut hadir BP3OKP Perwakilan Papua Albert Yoku, Kadis Pertanian Keerom Marthen M. Asmuruf, DPRP, Kabid Perkebunan dan Pertanian Papua, BPN, Kepala Perbankan, Apkasindo, petani dan undangan lainnya.

Pada program PSR ini, Kabupaten Keerom menargetkan seluas 532 hektare pada tahun 2026. Program PSR dilakukan mengingat banyaknya lahan sawit ex plasma dan KKP yang sudah berumur diatas 5 tahun juga bertujuan untuk meningkatkan kembali produktivitas kebun sawit rakyat yang berkelanjutan.

PLT Sekda Noak Wasanggai saat membacakan sambutan Bupati Keerom mengatakan program PSR merupakan investasi masa depan .

“Mengingat saat ini realitanya rata-rata usia tanaman sawit di wilayah kita sudah tidak produktif lagi sehingga berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Melalui program Peremajaan Sawit Rakyat ini bertujuan meningkatkan poduktifitas lahan tanpa membuka hutan baru, menjamin peningkatan ekonomi dan memberikan PAD bagi daerah.

Ia menyebutkan, saat ini kondisi pasokan energi global tidak menentu, sehingga sawit memiliki potensi besar sebagai bahan baku energi terbarukan (Biofuel).

“Dengan menyukseskan program PSR, maka Kabupaten Keerom turut berkotribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional, sehingga dibutuhkan kolaboratif bersama seluruh pihak,” ujarnya.

Sementara itu, anggota BP3OKP Papua Albert Yoku berharap dengan program replanting sawit dapat meningkatkan kembali perkonomian masyarakat di Kabupaten Keerom.

“Diharapkan sinergitas antara masyarakat, tokoh adat, petani, perbankan, pemerintah dan semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan PSR,” pungkasnya.

Adapun rincian progres usulan PSR yang sedang berjalan diantaranya, kampung Bagia seluas 162 hektar, kampung Wonorejo seluas 248 hektar, kampung Traimelyan seluas 59 hektar dan kampung Naramben seluas 63 hektar, dengan total keseluruhan lahan yang diusulkan seluas 532 hektar.<span;> (@mr)