Dorong Produk Unggulan Secara Digital, Dinas PTT Gelar Sosialisasi Bagi Masyarakat Transmigrasi Senggi Keerom

Amrizul
18 Nov 2025 00:30
2 menit membaca

Timur Update. Com // Dinas Perindustrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (PTT) Kabupaten Keerom menggelar sosialisasi dalam rangka pemberdayaan dan memperluas jangkauan pasar bagi produk unggulan masyarakat di kawasan trasnsmigrasi melalui platform digital, Senin (17/11/25).

Kegiatan dibuka oleh Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP yang diwakili Pj Sekretaris Daerah Stenly N. Moningka, M.MPd. Turut hadir Perwakilan Kementerian Transmigrasi RI, Kadis PTT Irawati Minggu Rombe, S.Sos, Kepala OPD, Kepala Distrik dan para peserta.

Pada kesempatannya, Pj Sekda Keerom Stenly Moningka menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Transmigrasi RI yang telah membawa paradigma baru dalam pembangunan kawasan transmigrasi.

“Transmigrasi bukan soal perpindahan penduduk saja, tetapi juga telah menciptakan sumber-sumber perekonomian baru, transmigrasi sekarang sudah bertransformasi ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Sambungnya, transmigrasi pada hakekatnya memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi daerah tujuan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berkelanjutan dan berdaya saing.

Dikatakannya, kawasan transmigrasi Senggi memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya digarap, seperti hasil pertanian, peternakan, holtikultura, olahan pangan dan lainnya, jika dikembangkan pasti memiliki peluang untuk dijadikan produk unggulan ekspor.

“Pemanfaatan platform digital dalam pemasaran produk merupakan strategi penting guna mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Dirinya berharap para peserta untuk dapat mengikuti kegiatan secara serius dan kelak dapat menjadi mandiri dan sukses.

Dikesempatan yang sama, Kadis PTT, Irawati Minggu Rombe, S.Sos menyampaikan kegiatan sosialisasi digelar selama 5 hari (17-21 November 2025) yang bersumber dari dana APBN Tugas Pembantuan Kementerian Transmigrasi Direktorat P3UT.

“Sosialisasi di ikuti sebanyak 40 peserta dari kawasan trasmigrasi Senggi yang terdiri dari 6 lembaga Kelompok Tani. Narasumber dari Akademisi Universitas Cendrawasih,  Universitas Yapis Papua, dan KPPN Jayapura,” tutupnya.